Dalam dunia akademik global, publikasi di jurnal internasional menjadi tolok ukur kredibilitas dan kontribusi ilmiah.
Namun, muncul pertanyaan krusial di kalangan akademisi Indonesia: Apakah jurnal internasional harus menggunakan bahasa Inggris? Pertanyaan ini penting, terutama bagi dosen, mahasiswa pascasarjana, dan peneliti yang berupaya menembus jurnal bereputasi.
Artikel ini akan membahas secara teknis dan objektif mengenai peran bahasa Inggris dalam jurnal internasional, apakah hal tersebut menjadi keharusan, serta bagaimana posisi bahasa lain dalam dunia publikasi ilmiah.
Mengapa Bahasa Inggris Mendominasi Dunia Ilmiah?
Daftar Isi

1. Bahasa Inggris sebagai Bahasa Ilmu Pengetahuan Global
Bahasa Inggris yang telah menjadi lingua franca dalam bentuk sains, teknologi, dan riset sejak abad ke-20.
Berdasarkan data dari Scopus dan Web of Science, lebih dari 90% jurnal internasional menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama publikasi.
2. Efisiensi Komunikasi Akademik
Penggunaan satu bahasa global yang memudahkan untuk diseminasi informasi ilmiah lintas negara.
Seorang peneliti yang ada di Indonesia dan peneliti di Jerman dapat mengakses dan memahami riset yang sama tanpa kendala bahasa.
3. Kewajiban dari Penerbit Jurnal Bereputasi
Sebagian besar penerbit besar seperti Elsevier, Springer, Wiley, Taylor & Francis, hingga IEEE mensyaratkan naskah ditulis dalam bahasa Inggris. Hal kali ini bisa menjadi bagian dari standar internasionalisasi.
Nah, untuk anda yang ingin Konsultasi Gratis terkait publikasi jurnal sinta, bisa langsung klik gambar whatsapp di bawah ini!:
Apakah Wajib Berbahasa Inggris untuk Dapat Diterbitkan?

Jawabannya tidak sepenuhnya untuk wajib, tetapi juga sangat direkomendasikan, tergantung dari:
A. Jenis Jurnal Internasional
Beberapa jurnal internasional yang diindeks di Scopus atau DOAJ menyediakan opsi publikasi dalam bahasa selain Inggris, seperti bahasa Prancis, Jerman, atau Spanyol.
Namun jumlahnya kini sudah sangat terbatas, dan cakupannya yang biasanya sudah bersifat regional.
B. Target Audiens
Jika target para pembaca adalah adanya komunitas ilmiah global, maka penggunaan bahasa Inggris lebih tepat.
Namun, jika jurnal bertujuan menjangkau pembaca nasional atau regional, bahasa lokal bisa saja digunakan.
Contohnya:
- Revista Española de Cardiología menggunakan bahasa Spanyol, namun memiliki reputasi internasional.
- Beberapa jurnal Indonesia di DOAJ menampilkan artikel bilingual (bahasa Indonesia dan Inggris).
Regulasi dan Standar Bahasa di Jurnal Indonesia

Di Indonesia, beberapa jurnal nasional terakreditasi SINTA mengadopsi bahasa Inggris secara bertahap untuk memperluas jangkauan.
Beberapa di antaranya bahkan telah terindeks oleh Scopus setelah beralih sepenuhnya ke bahasa Inggris.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui Arjuna (Akreditasi Jurnal Nasional) dan SINTA mendorong jurnal untuk:
- Menyediakan abstrak dalam bahasa Inggris dan Indonesia
- Menggunakan bahasa Inggris untuk meningkatkan visibilitas global
Nah, untuk anda yang ingin Konsultasi Gratis terkait publikasi jurnal sinta, bisa langsung klik gambar whatsapp di bawah ini!:
Strategi Menulis Artikel Ilmiah dalam Bahasa Inggris

1. Gunakan Editor Bahasa Profesional
Sebelum untuk mengirimkan ke dalam jurnal internasional, pastikan naskah telah melalui proses proofreading oleh editor bahasa akademik.
2. Manfaatkan Alat AI Terjemahan dan Penyuntingan
Alat seperti Grammarly, Quillbot, dan DeepL dapat membantu memperbaiki grammar dan gaya bahasa akademik.
3. Latih Kemampuan Menulis Akademik
Ikuti pelatihan academic writing dan baca referensi dari jurnal bereputasi untuk memahami struktur dan gaya bahasa ilmiah yang baik.
Baca Juga: Kumpulan Jurnal Internasional
Alternatif Publikasi di Jurnal Multibahasa atau Open Access

Beberapa jurnal open access menyediakan kebijakan penerbitan multibahasa, terutama yang terdaftar di DOAJ (Directory of Open Access Journals). Keuntungan dari jurnal multibahasa antara lain:
- Menjangkau pembaca lokal dan internasional
- Memberikan fleksibilitas bagi penulis non-native English speaker
- Meningkatkan inklusi akademik
Namun perlu diingat, jurnal seperti ini tetap menerapkan standar peer-review dan etika ilmiah yang ketat.
Kesimpulan
Tidak ada aturan mutlak yang mewajibkan semua jurnal internasional menggunakan bahasa Inggris.
Namun, untuk menjangkau audiens global dan meningkatkan peluang publikasi di jurnal bereputasi, penggunaan bahasa Inggris adalah strategi yang sangat disarankan.
Bagi peneliti dan akademisi Indonesia yang ingin bersaing di tingkat internasional, menguasai penulisan ilmiah dalam bahasa Inggris bukan hanya nilai tambah—melainkan kebutuhan.
Ingin menerbitkan artikel di jurnal internasional bereputasi? Pelajari juga cara publikasi di jurnal Scopus untuk meningkatkan peluang diterima.









