Cara Menulis Hasil dan Pembahasan Artikel Jurnal: Pola 3 Gerakan + Teknik Penyajian Data

cara menulis hasil pembahasan artikel jurnal

Di bagian inilah berbulan-bulan kerja riset Anda akhirnya bicara. Sayangnya, dua kesalahan berulang terus terjadi: bagian hasil yang menumpahkan semua angka tanpa arah, dan pembahasan yang cuma membacakan ulang tabel. Panduan ini merapikan keduanya — dengan pembagian peran yang tegas dan pola interpretasi yang bisa langsung dipraktikkan.

Dua Peran yang Tak Boleh Tertukar

  • Hasil = wartawan: melaporkan apa yang ditemukan, apa adanya, tanpa opini
  • Pembahasan = analis: menjelaskan apa maknanya, kenapa bisa begitu, dan bagaimana posisinya terhadap riset lain

Banyak jurnal Indonesia menggabungkan keduanya dalam satu section “Hasil dan Pembahasan” — tidak masalah, asalkan kedua fungsi itu tetap hadir. Cek format yang diminta di template jurnal target Anda.

Menulis Bagian Hasil: Seleksi, Bukan Tumpahan

  1. Urutkan mengikuti tujuan/pertanyaan penelitian — bukan urutan kronologis olah data
  2. Tampilkan hanya yang menjawab tujuan; data pendukung lain cukup disebut atau masuk lampiran
  3. Satu informasi satu wadah: jangan sajikan angka yang sama di tabel, grafik, dan narasi sekaligus
  4. Teks menunjuk, bukan membacakan: “Tabel 2 menunjukkan mayoritas responden…” lalu soroti angka terpentingnya saja

Teknik Penyajian Tabel dan Grafik

Gunakan Ketika
Tabel Nilai presisi penting dan kategorinya banyak
Grafik batang/garis Perbandingan atau tren lebih penting daripada angka persis
Narasi saja Temuan sederhana yang cukup 1–2 kalimat

Pastikan setiap tabel/gambar bernomor, berjudul jelas, dan dirujuk di teks — elemen yang mengambang tanpa rujukan adalah temuan cepat reviewer.

🔥 Pembahasanmu cuma mengulang angka di tabel?

Itu komentar reviewer paling sering kedua setelah novelty. Kirim naskahmu ke tim Riviera — kami tunjukkan cara membangun interpretasi yang berbobot. GRATIS.

👉 Chat Admin Sekarang — GRATIS

Slot konsultasi terbatas setiap harinya

Pola 3 Gerakan Menulis Pembahasan

Untuk tiap temuan utama, jalankan tiga gerakan ini:

  1. Nyatakan ulang temuan kunci dalam satu kalimat (tanpa mengulang angka detail)
  2. Bandingkan dengan literatur: sejalan dengan siapa, bertentangan dengan siapa — inilah gunanya tinjauan pustaka yang kuat
  3. Jelaskan “mengapa” dan “lalu kenapa”: mekanisme di balik temuan + implikasi teoretis/praktisnya

Ulangi pola ini untuk 2–4 temuan terpenting, dan pembahasan Anda otomatis berbobot — bukan pengulangan tabel.

Jangan Lupakan: Keterbatasan Penelitian

Akui 2–3 keterbatasan secara jujur dan spesifik (cakupan sampel, desain, konteks) beserta arah riset lanjutan. Ini bukan kelemahan — reviewer justru curiga pada naskah yang mengaku sempurna. Posisi bagian ini dalam kerangka utuh bisa dilihat di struktur artikel ilmiah, dan alur menulis lengkapnya di pilar cara menulis artikel jurnal ilmiah.

Naikkan Kelas Pembahasanmu Sebelum Submit

Pembahasan yang dalam adalah pembeda utama naskah yang “diterima dengan revisi minor” dan yang ditolak halus. Tim Riviera Publishing membantu membangun interpretasi tiga gerakan untuk tiap temuanmu, merapikan penyajian tabel-grafik, dan memastikan keseluruhan naskah memenuhi selera jurnal target — sampai benar-benar terbit.

Rekam jejak 7000+ artikel terbit di SINTA dan Scopus adalah buktinya. Konsultasikan hasil dan pembahasanmu gratis di sini — kami bantu ubah data bagusmu jadi argumen yang meyakinkan.

💬 Konsultasi Gratis Sekarang

Gratis · Tanpa komitmen · Dibalas admin, bukan bot

Kesimpulan

Hasil dan pembahasan adalah panggung utama artikel Anda — dan keduanya punya peran yang tak boleh tertukar: hasil melaporkan temuan apa adanya dengan tabel-grafik yang efisien, pembahasan memaknainya lewat pola tiga gerakan — nyatakan ulang temuan kunci, bandingkan dengan literatur, lalu jelaskan mengapa dan apa implikasinya. Tambahkan pengakuan jujur atas keterbatasan, dan Anda mendapatkan bagian yang paling dihargai reviewer: bukan sekadar data, tapi kontribusi yang jelas posisinya dalam percakapan ilmiah.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

❓ Apa beda bagian hasil dan pembahasan?

Hasil melaporkan temuan secara objektif tanpa opini; pembahasan menginterpretasikan makna temuan itu, membandingkannya dengan riset terdahulu, dan menjelaskan implikasinya.

❓ Bolehkah hasil dan pembahasan digabung?

Boleh jika jurnal mengizinkan — banyak jurnal Indonesia memakai format gabungan “Hasil dan Pembahasan”. Yang penting fungsi pelaporan dan interpretasi tetap sama-sama hadir dan jelas.

❓ Apakah semua data harus ditampilkan dalam tabel?

Tidak. Tampilkan hanya data yang menjawab tujuan penelitian; satu informasi cukup satu wadah — jangan menduplikasi angka yang sama di tabel, grafik, dan teks sekaligus.

❓ Bagaimana jika hasil penelitian tidak sesuai hipotesis?

Laporkan apa adanya — temuan negatif tetap temuan. Justru pembahasannya bisa sangat menarik: jelaskan kemungkinan penyebabnya dan bandingkan dengan studi lain yang serupa.