Perbedaan Jurnal SINTA dan Scopus: Tabel Perbandingan Lengkap + Mana yang Harus Dipilih

perbedaan jurnal sinta dan scopus

Ini pertanyaan klasik di grup WhatsApp dosen dan bimbingan skripsi: “lebih baik publish di SINTA atau Scopus?” Pertanyaannya sederhana, tapi jawabannya sering keliru karena keduanya kerap dianggap dua merek yang setara — padahal mereka bermain di level yang berbeda. Artikel ini membedah perbedaannya secara tuntas, lalu membantu Anda memilih sesuai kebutuhan nyata.

Definisi Singkat: Dua Hal yang Berbeda Level

SINTA adalah portal pengindeks dan pemeringkat jurnal nasional terakreditasi milik pemerintah Indonesia (peringkat S1–S6). Scopus adalah database sitasi internasional milik Elsevier yang mengindeks jurnal terpilih dari seluruh dunia. Yang satu standar nasional, yang lain standar global — detail masing-masing bisa dibaca di artikel apa itu SINTA dan apa itu Scopus.

Tabel Perbandingan SINTA vs Scopus

Aspek SINTA Scopus
Pengelola Pemerintah Indonesia (kementerian pendidikan tinggi) Elsevier (swasta, global)
Cakupan Jurnal nasional Indonesia Jurnal internasional lintas negara
Mekanisme masuk Akreditasi via ARJUNA Seleksi dewan pakar (CSAB)
Sistem peringkat SINTA 1–6 (skor akreditasi) Kuartil Q1–Q4 (metrik sitasi)
Bahasa dominan Indonesia & Inggris Inggris
Tingkat kesulitan Bertingkat, S6 ramah pemula Tinggi; standar internasional
Kisaran biaya Gratis – jutaan rupiah Gratis (subscription) – ribuan dolar (APC)
Waktu proses umum Minggu – beberapa bulan 6–12+ bulan
Nilai KUM Mengikuti peringkat (nasional) Tertinggi (internasional bereputasi)
Fungsi utama Kelulusan S1/S2, BKD, jabatan awal-menengah Kelulusan S3, Lektor Kepala, Guru Besar

Titik Temu: Jurnal Bernilai Ganda

Menariknya, keduanya bisa bertemu di satu jurnal: banyak jurnal Indonesia terakreditasi SINTA 1 yang sekaligus terindeks Scopus. Terbit di sana berarti mendapat pengakuan nasional dan internasional sekaligus — daftarnya sudah kami rangkum di artikel daftar jurnal Scopus Indonesia.

🔥 Masih galau pilih SINTA atau Scopus?

Jawabannya tergantung naskah, deadline, dan tujuanmu — dan itu bisa dipetakan dalam satu sesi konsultasi GRATIS bareng tim Riviera. Chat sekarang.

👉 Chat Admin Sekarang — GRATIS

Slot konsultasi terbatas setiap harinya

Mana yang Harus Anda Pilih?

  1. Mahasiswa S1/S2 (syarat lulus): jurnal SINTA sesuai ketentuan prodi — umumnya S3–S6 sudah memadai dan jauh lebih cepat.
  2. Dosen mengejar BKD dan jabatan awal: SINTA 2–4 adalah medan utama Anda.
  3. Kandidat doktor: Scopus hampir selalu wajib — mulai persiapkan naskah bahasa Inggris sejak dini.
  4. Menuju Lektor Kepala/Guru Besar: Scopus dengan kuartil sesuai regulasi institusi.
  5. Ingin dua-duanya: bidik jurnal SINTA 1 yang terindeks Scopus.

Apa pun pilihannya, satu prinsip berlaku: verifikasi dulu status akreditasi/indeksasinya sebelum submit. Kerangka besarnya ada di pilar mengenal indeksasi dan reputasi jurnal.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

  • Memaksakan Scopus saat kebutuhan hanya SINTA — naskah tertahan setahun untuk syarat yang sebenarnya bisa selesai sebulan
  • Menganggap semua “jurnal internasional” = Scopus — banyak jurnal asing abal-abal yang tidak terindeks apa pun
  • Mengabaikan jurnal bernilai ganda — padahal efisiensinya paling tinggi

Petakan Pilihan Terbaikmu Bersama Kami

Keputusan SINTA-atau-Scopus paling tepat diambil dengan melihat tiga variabel sekaligus: kondisi naskah, deadline, dan regulasi institusi Anda. Tim Riviera Publishing membaca ketiganya setiap hari — dengan pengalaman 7000+ artikel terbit di jurnal SINTA 1–6 maupun Scopus Q1–Q4, dan jaringan 55+ jurnal afiliasi termasuk yang bernilai ganda.

Konsultasikan gratis di sini: ceritakan kebutuhan dan deadline-mu, kami rekomendasikan jalur yang paling efisien — bukan yang paling mahal.

💬 Konsultasi Gratis Sekarang

Gratis · Tanpa komitmen · Dibalas admin, bukan bot

Kesimpulan

SINTA dan Scopus bukan pesaing, melainkan dua lapisan pengakuan yang berbeda level: SINTA adalah standar akreditasi nasional dengan enam peringkat, Scopus adalah indeksasi internasional dengan kurasi paling ketat. Pilihan di antara keduanya ditentukan kebutuhan Anda — kelulusan S1/S2 dan angka kredit reguler cukup dijawab SINTA, sementara kelulusan S3, Lektor Kepala, dan Guru Besar menuntut Scopus. Strategi terbaik kebanyakan akademisi justru menggabungkan keduanya: membangun rekam jejak di SINTA sambil menyiapkan naskah terbaik untuk menembus Scopus.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

❓ Apakah jurnal SINTA 1 sama dengan jurnal Scopus?

Tidak otomatis. SINTA 1 adalah peringkat akreditasi nasional tertinggi, sementara Scopus adalah indeksasi internasional. Namun banyak jurnal SINTA 1 yang sekaligus terindeks Scopus — dan itu pilihan bernilai ganda.

❓ Mana yang lebih tinggi nilainya untuk KUM: SINTA atau Scopus?

Scopus. Publikasi di jurnal internasional bereputasi mendapat bobot angka kredit tertinggi, di atas jurnal nasional terakreditasi SINTA level mana pun.

❓ Apakah mahasiswa S1 perlu publikasi Scopus?

Umumnya tidak — syarat kelulusan S1/S2 di kebanyakan kampus cukup dipenuhi jurnal SINTA. Scopus baru menjadi keharusan di jenjang doktoral dan jabatan fungsional atas.

❓ Bisakah satu artikel terbit di SINTA sekaligus Scopus?

Bisa, jika artikel itu terbit di jurnal yang terakreditasi SINTA dan sekaligus terindeks Scopus. Satu artikel tetap hanya boleh terbit di satu jurnal — yang ganda adalah status indeksasi jurnalnya.