Publikasi jurnal Sinta 1 adalah level tertinggi dalam sistem jurnal nasional terakreditasi Indonesia atau lebih dikenal dengan Science and Technology Index (SINTA). Nilai KUM yang diberikan mencapai 25 poin, angka yang sama dengan sebagian jurnal internasional bereputasi. Karena itu pula, tingkat persaingannya paling ketat di antara semua peringkat Sinta.
| Peringkat | Nilai KUM Maksimal |
|---|---|
| Sinta 1 dan Sinta 2 | 25 poin |
| Sinta 3 dan Sinta 4 | 20 poin |
| Sinta 5 dan Sinta 6 | 15 poin |
Dalam praktiknya, sebagian besar jurnal Sinta 1 juga sudah terindeks di lembaga pengindeks internasional bereputasi seperti Scopus atau Web of Science.
Cara Publikasi Jurnal Sinta 1
1. Pastikan Naskah Anda Layak Sinta 1
Sebelum memilih jurnal, evaluasi dulu naskahnya. Jurnal Sinta 1 menuntut kebaruan (novelty) yang jelas, metodologi yang kuat, dan kontribusi keilmuan yang bisa dipertanggungjawabkan. Naskah hasil penelitian deskriptif sederhana biasanya sulit bersaing di level ini. Jujur pada tahap ini akan menghemat waktu Anda berbulan-bulan.
2. Pilih Jurnal yang Sesuai Scope
Gunakan laman SINTA untuk menyaring jurnal peringkat 1 di bidang Anda, lalu kunjungi situs masing-masing jurnal. Perhatikan aims and scope, bahasa yang diterima, frekuensi terbit, dan acceptance rate jika dicantumkan.
3. Sesuaikan Naskah dengan Template dan Author Guidelines
Setiap jurnal punya template dan gaya selingkung berbeda. Kesalahan format adalah cara tercepat naskah ditolak di meja editor sebelum sempat direview. Perhatikan juga gaya sitasi yang diminta, umumnya APA atau IEEE, dan gunakan reference manager seperti Mendeley atau Zotero.
4. Perkuat Kualitas Bahasa
Mayoritas jurnal Sinta 1 berbahasa Inggris. Terjemahan mentah dari mesin penerjemah sangat mudah dikenali reviewer. Lakukan proofreading oleh penutur yang paham istilah teknis bidang Anda.
5. Cek Similarity Sebelum Submit
Standar umum jurnal Sinta 1 mensyaratkan similarity index di bawah 20 persen, sebagian bahkan di bawah 15 persen. Cek dengan Turnitin sebelum submit, lalu parafrase bagian yang terdeteksi tinggi tanpa mengubah substansi.
6. Submit Melalui OJS dan Pantau Prosesnya
Hampir semua jurnal Sinta 1 menggunakan Open Journal System. Buat akun, lengkapi metadata, unggah naskah, dan kirim. Setelah itu pantau status secara berkala. Jika lebih dari 3 bulan tidak ada kabar, kirim email penanyaan yang sopan ke editor.
7. Hadapi Revisi dengan Serius
Naskah yang lolos ke tahap review hampir pasti pulang membawa revisi, sering kali major revision. Ini kabar baik, artinya naskah Anda dianggap layak diperbaiki. Jawab setiap komentar reviewer satu per satu dalam response letter, tunjukkan bagian mana yang Anda ubah, dan berikan argumen ilmiah jika ada masukan yang tidak Anda setujui.
Berencana publikasi di jurnal Sinta 1? Kami siap bantu! Klik tombol WhastApp di bawah.
Biaya Publikasi Jurnal Sinta 1
Ini bagian yang paling banyak disalahpahami. Faktanya, banyak jurnal Sinta 1 justru tidak memungut biaya publikasi sama sekali, terutama jurnal yang dikelola perguruan tinggi negeri dengan pendanaan institusi.
Gambaran umumnya seperti ini:
- Jurnal tanpa APC (Article Processing Charge): gratis, tetapi antrean panjang dan seleksi sangat ketat. Waktu tunggu dari submit sampai terbit bisa 8 bulan hingga lebih dari 1 tahun.
- Jurnal dengan APC: umumnya berkisar Rp1.000.000 sampai Rp7.500.000 per artikel, tergantung pengelola dan apakah jurnal tersebut juga terindeks Scopus. Biaya ini dibayarkan ke pengelola jurnal setelah naskah dinyatakan diterima, bukan di awal.
Yang perlu diwaspadai: jurnal yang menjanjikan terbit cepat di Sinta 1 dengan pembayaran di muka tanpa proses review. Pola seperti ini hampir pasti mengarah ke praktik predator, dan artikel yang terbit di sana berisiko tidak diakui saat penilaian angka kredit.
Perlu dicatat juga, biaya APC berbeda dengan biaya pendampingan. Kalau Anda menggunakan jasa pendampingan publikasi, komponennya biasanya meliputi proofreading, translate, penyesuaian template, cek plagiasi, dan pengawalan proses submit sampai terbit.
Mau tahu besaran biasa pastinya? Klik tombol WhatsApp di bawah!
Syarat Publikasi Jurnal Sinta 1
Dilansir dari laman resmi Pustaka Publisher, ada lima syarat utama publikasi di jurnal terindeks Sinta 1. Berikut penjelasannya:
1. Memiliki Kontribusi Teoretis
Naskah tidak hanya menyajikan data, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori. Jelaskan bagaimana penelitian menguji, memperluas, atau mengkritisi teori yang sudah ada.
2. Menggunakan Literatur Internasional Terkini
Gunakan referensi dari jurnal bereputasi, terutama artikel Q1/Q2 yang terbit dalam 1–3 tahun terakhir. Hal ini menunjukkan penelitian relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan terbaru.
3. Memiliki Alur Penulisan yang Konsisten
Pastikan judul, rumusan masalah, metode, hasil, pembahasan, dan kesimpulan saling berkaitan serta menjawab tujuan penelitian secara utuh.
4. Menggunakan Bahasa Akademik Berkualitas
Tulis naskah dengan bahasa akademik yang jelas, ringkas, dan mudah dipahami. Jika menggunakan bahasa Inggris, pastikan sesuai standar penulisan ilmiah internasional.
5. Merespons Revisi Secara Profesional
Saat menerima masukan reviewer, berikan tanggapan yang jelas dan argumentatif. Jelaskan setiap perubahan yang dilakukan agar proses revisi berjalan lebih efektif.
Berapa Lama Proses Publikasi Jurnal Sinta 1?
Realistisnya, publikasi jurnal dari submit sampai artikel terbit membutuhkan waktu 6 bulan sampai 1 tahun lebih. Rinciannya kurang lebih:
- Screening awal editor: 2 sampai 4 minggu
- Proses review: 2 sampai 4 bulan, bisa lebih jika reviewer sibuk
- Revisi penulis: 2 minggu sampai 2 bulan, tergantung berat revisinya
- Antrean terbit: 1 sampai 6 bulan, karena banyak jurnal Sinta 1 terbit hanya 2 sampai 4 kali setahun
Kalau Anda mengejar deadline kelulusan atau kenaikan jabatan, hitung mundur dari tanggal kebutuhan Anda minimal 1 tahun. Ini alasan kenapa perencanaan publikasi sebaiknya dimulai jauh sebelum naskah selesai ditulis.
5 Kesalahan Umum saat Publikasi Jurnal Sinta 1 yang Membuat Naskah Ditolak
Adapun alasan umum publikasi jurnal Sinta 1 ditolak, antara lain:
- Scope tidak sesuai dengan jurnal target
- Novelty tidak dinyatakan secara eksplisit di abstrak dan pendahuluan
- Kualitas bahasa Inggris di bawah standar
- Referensi didominasi sumber lama, bukan 5 tahun terakhir
- Mengirim naskah yang sama ke beberapa jurnal sekaligus (double submission), pelanggaran etika yang bisa membuat Anda masuk daftar hitam
Daftar Jurnal Sinta 1
Berikut beberapa contoh jurnal yang berada di peringkat Sinta 1 dari berbagai rumpun ilmu:
| Nama Jurnal | Penerbit | Bidang |
|---|---|---|
| Indonesian Journal of Science and Technology | Universitas Pendidikan Indonesia | Sains dan Teknologi |
| TELKOMNIKA | Universitas Ahmad Dahlan | Teknik Elektro dan Informatika |
| Bulletin of Chemical Reaction Engineering & Catalysis | Universitas Diponegoro | Teknik Kimia |
| Studia Islamika | UIN Syarif Hidayatullah Jakarta | Studi Islam |
| International Journal of Electrical and Computer Engineering | IAES | Teknik |
Daftar lengkap dan status terbaru bisa Anda cek langsung di laman resmi sinta.kemdiktisaintek.go.id pada menu Sources lalu pilih Journals, kemudian filter berdasarkan peringkat S1 dan rumpun ilmu Anda.
Tips memilih jurnal target: jangan hanya lihat peringkatnya. Baca 3 sampai 5 artikel terbitan terakhir untuk memastikan scope jurnal benar-benar cocok dengan topik naskah Anda. Salah scope adalah alasan penolakan paling umum, bahkan sebelum naskah masuk tahap review.
Sinta 1 Setara dengan Scopus Berapa?
Tidak ada konversi resmi dari pemerintah yang menyatakan Sinta 1 setara Scopus Q berapa. Namun ada beberapa fakta yang bisa jadi patokan:
Banyak jurnal Sinta 1 memang terindeks Scopus. Sejak sistem akreditasi diperbarui, jurnal nasional yang berhasil masuk Scopus umumnya otomatis menempati peringkat Sinta 1. Posisi kuartilnya bervariasi, sebagian besar berada di Q3 dan Q4, sebagian kecil sudah menembus Q2.
Dari sisi nilai KUM, jurnal internasional bereputasi (Scopus Q1 dan Q2) tetap lebih tinggi, yaitu maksimal 40 poin. Jadi urutan kasarnya: Scopus Q1 sampai Q2 di atas Sinta 1, sementara Sinta 1 kurang lebih sejajar dengan jurnal Scopus kuartil bawah dari sisi rekognisi.
Singkatnya, kalau target Anda jabatan fungsional dalam negeri, Sinta 1 sudah sangat kuat. Kalau target Anda rekognisi internasional atau syarat kelulusan S3 di kampus tertentu, cek dulu apakah kampus mensyaratkan Scopus secara spesifik.
Kesimpulan
Publikasi jurnal Sinta 1 adalah puncak jurnal nasional terakreditasi dengan nilai KUM 25 poin, setara Sinta 2 namun dengan standar seleksi yang jauh lebih ketat. Tidak ada konversi resmi ke Scopus, tetapi mayoritas jurnal Sinta 1 memang sudah terindeks di pengindeks internasional bereputasi.
FAQ
Banyak jurnal Sinta 1 gratis tanpa APC, sisanya mematok APC sekitar Rp1.000.000 sampai Rp7.500.000 per artikel yang dibayarkan setelah naskah diterima. Waspadai pihak yang meminta pembayaran di muka dengan janji pasti terbit.
Tidak ada konversi resmi. Banyak jurnal Sinta 1 terindeks Scopus, umumnya di Q3 dan Q4. Dari sisi nilai KUM, Sinta 1 bernilai 25 poin sedangkan jurnal internasional bereputasi bisa mencapai 40 poin.
Keduanya punya pola serupa: sebagian gratis, sebagian ber-APC. Rentang umum APC jurnal Sinta 2 sedikit lebih rendah, mulai sekitar Rp750.000, sementara Sinta 1 bisa sampai Rp7.500.000 terutama untuk jurnal yang juga terindeks Scopus.
Nilai KUM maksimal publikasi jurnal Sinta 1 adalah 25 poin, sama dengan Sinta 2. Nilai final bergantung penilaian asesor dan posisi Anda sebagai penulis.
Secara aturan bisa, tidak ada larangan. Namun secara praktik sangat menantang karena standar kebaruan dan metodologinya tinggi. Umumnya mahasiswa berkolaborasi dengan dosen pembimbing sebagai penulis pendamping.










