Hi sobat Riviera Publishing! šš Dalam dunia akademik, proses sitasi atau pencantuman sumber referensi adalah bagian yang tidak bisa diabaikan. Sitasi bukan hanya menunjukkan bahwa tulisan kita didasarkan pada sumber yang kredibel, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap karya ilmiah yang telah ada sebelumnya. Seiring berkembangnya teknologi, kini ada cara sitasi jurnal menggunakan AI yang bisa membantu mempercepat dan mempermudah proses ini, terutama bagi para akademisi yang sering berkutat dengan penulisan karya ilmiah, jurnal, tesis, maupun disertasi.
Mengapa Sitasi Itu Penting dalam Dunia Akademik?
Daftar Isi

Sebelum masuk ke pembahasan tentang bagaimana AI dapat membantu dalam proses sitasi, penting untuk memahami mengapa sitasi menjadi bagian esensial dari sebuah karya ilmiah.
Sitasi adalah bentuk penghargaan kepada penulis asli dan bukti bahwa tulisan yang dibuat memiliki landasan referensial yang kuat.
Sitasi juga melindungi penulis dari tuduhan plagiarisme, serta memudahkan pembaca untuk melacak sumber-sumber yang relevan.
Namun, seiring dengan semakin kompleksnya referensi yang digunakan, sitasi secara manual sering kali menyebabkan kesalahan.
Mulai dari kesalahan nama penulis, tahun publikasi, hingga format yang tidak konsisten. Di sinilah AI masuk sebagai solusi modern.
Apa Itu AI dalam Konteks Sitasi Jurnal?

Artificial Intelligence (AI) dalam konteks akademik bisa merujuk pada berbagai sistem yang mampu menganalisis teks, memahami konteks sumber referensi, hingga secara otomatis menyusun kutipan sesuai gaya penulisan tertentu.
Beberapa platform bahkan mampu mendeteksi jurnal yang relevan dari isi tulisan yang sedang diketik, lalu menyarankan sitasi yang paling tepat.
AI tidak hanya membantu dalam membuat kutipan, tetapi juga mampu menelusuri jurnal dari database akademik terpercaya, mengecek keakuratan metadata, dan bahkan memperbaiki kutipan yang salah format.
Kamu juga mungkin tertarik dengan: Tools AI untuk Sitasi Jurnal
Tools Populer yang Memanfaatkan AI untuk Sitasi

Dalam proses menerapkan cara sitasi jurnal menggunakan AI, ada beberapa tools yang sudah cukup dikenal di kalangan akademisi.
Meskipun tidak semuanya sepenuhnya berbasis AI, namun fitur cerdasnya terbukti mempermudah pekerjaan:
1. Zotero + ZoteroBib
Zotero dikenal sebagai salah satu reference manager open source yang powerful.
Dengan tambahan fitur ZoteroBib, pengguna bisa langsung membuat kutipan instan hanya dengan memasukkan DOI atau URL.
Sistem ini bekerja dengan AI sederhana untuk mendeteksi dan memformat data secara otomatis.
2. Mendeley
Mendeley dari Elsevier adalah tool manajemen referensi yang memanfaatkan AI dalam merekomendasikan referensi berdasarkan dokumen yang diunggah.
Selain itu, fitur plugin di Word memungkinkan kamu menyisipkan sitasi hanya dalam beberapa klik.
4. EndNote
EndNote telah dilengkapi fitur-fitur berbasis AI yang mampu mengenali struktur kutipan serta melakukan auto-complete terhadap metadata jurnal.
Ini sangat berguna untuk mengefisiensi waktu ketika menulis karya ilmiah yang kompleks.
5. ChatGPT atau AI Generator Lainnya
Beberapa penulis juga mulai memanfaatkan ChatGPT untuk menghasilkan kutipan cepat.
Misalnya, dengan memasukkan perintah seperti: āBuatkan sitasi APA untuk jurnal dengan judul XYZ tahun 2022 oleh penulis ABC.ā
AI akan mengolah input tersebut dan menyusun sitasi yang sudah diformat.
Cara Mudah Sitasi Jurnal Menggunakan AI

1. Persiapkan Metadata Jurnal
Sebelum menggunakan AI, pastikan kamu sudah memiliki data dasar seperti judul jurnal, nama penulis, tahun terbit, nama jurnal, volume, issue, dan halaman.
AI memerlukan informasi ini agar bisa menyusun kutipan yang akurat.
2. Masukkan Data ke Tool Pilihan
Ketik atau tempelkan metadata ke dalam kolom input tools seperti ZoteroBib, Mendeley, atau bahkan ke chatbot seperti ChatGPT.
Kamu juga bisa menggunakan DOI (Digital Object Identifier) yang biasanya langsung mengarah ke jurnal resmi.
3. Pilih Gaya Sitasi yang Diinginkan
Mayoritas tool AI akan memberikan opsi untuk memilih gaya kutipan, mulai dari APA, MLA, Chicago, hingga Vancouver.
Setelah memilih, sistem akan secara otomatis menyusun format kutipan sesuai gaya tersebut.
4. Salin dan Tempelkan ke Dokumen
Langkah terakhir tentu saja menyalin kutipan yang sudah jadi, lalu menempelkannya ke dokumen akademik.
Jangan lupa untuk mengurutkan daftar pustaka secara alfabetis jika menggunakan gaya APA atau MLA.
Keuntungan Menggunakan AI dalam Sitasi

Menggunakan AI dalam proses sitasi jurnal bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga meminimalkan kesalahan format. Selain itu, AI juga dapat membantu dalam:
- Memastikan konsistensi antara in-text citation dan daftar pustaka.
- Menyesuaikan format sitasi dengan cepat ketika diminta mengganti gaya (misalnya dari APA ke IEEE).
- Menyimpan referensi untuk digunakan di tulisan lain.
- Memberikan saran jurnal yang relevan sesuai topik penelitian.
AI juga sangat membantu dalam proyek kolaboratif, karena sistem seperti Mendeley atau Zotero memungkinkan berbagi referensi antar pengguna secara online.
Kesimpulan
Bagi para akademisi, memahami cara sitasi jurnal menggunakan AI merupakan langkah penting untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi.
AI bukan untuk menggantikan peran intelektual penulis, melainkan sebagai alat bantu yang cerdas agar kita bisa fokus pada hal yang lebih substansial: isi dan kontribusi dari penelitian itu sendiri.
FAQ
Fungsi AI yang biasa digunakan oleh mahasiswa, mulai dari membantu review jurnal, menyusun paragraph, mencari topic penelitian, hingga mencari referensi yang relevan yang penelitian.
Kalau ingin mencari jurnal internasional, kamu bisa gunakan OpenRead untuk membantu kamu. AI tools yang satu ini punya fitur yang cukup komprehensif untuk membantu kamu dalam penelitian. Hal ini karena selain mencari jurnal, kamu juga bisa temukan beragam esai, literatur, dan bahkan bahan penelitian untuk skripsi kamu.
Penulisan sitasi dilakukan dengan metode author-date, yaitu nama terakhir/belakang penulis dan diikuti dengan tahun terbit sumber yang disitasi.









