Publikasi jurnal SINTA 6 menjadi salah satu pilihan yang banyak diminati oleh mahasiswa, dosen, guru, maupun peneliti yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya pada jurnal ilmiah terakreditasi nasional. Dibandingkan jurnal dengan peringkat SINTA yang lebih tinggi, jurnal SINTA 6 umumnya memiliki persyaratan yang lebih fleksibel, tetapi tetap menerapkan standar akademik yang harus dipenuhi setiap penulis.
Bagi sebagian orang, proses publikasi jurnal masih terasa rumit. Mulai dari memilih jurnal yang sesuai, menyesuaikan template, melakukan submit melalui Open Journal Systems (OJS), hingga menghadapi proses review dari editor dan reviewer. Tidak sedikit pula naskah yang ditolak karena kesalahan yang sebenarnya dapat dihindari sejak awal.
Melalui panduan ini, kamu akan mempelajari secara lengkap mengenai publikasi jurnal SINTA 6, mulai dari pengertian, syarat, langkah-langkah publikasi, estimasi biaya, hingga berbagai tips agar artikel memiliki peluang lebih besar untuk diterima. Dengan memahami setiap tahap secara menyeluruh, proses publikasi akan menjadi lebih terarah dan minim kendala.
Apa Itu Publikasi Jurnal SINTA 6?
Publikasi jurnal SINTA 6 adalah proses menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal nasional yang telah memperoleh akreditasi Science and Technology Index (SINTA) dengan peringkat 6. SINTA sendiri merupakan sistem indeksasi jurnal ilmiah yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mengukur kualitas jurnal ilmiah di Indonesia.
Dalam sistem akreditasi nasional, jurnal dibagi ke dalam enam tingkatan, mulai dari SINTA 1 sebagai kategori tertinggi hingga SINTA 6 sebagai tingkat awal. Meskipun berada pada peringkat keenam, jurnal SINTA 6 tetap merupakan jurnal nasional terakreditasi yang telah melalui proses evaluasi terhadap kualitas pengelolaan jurnal, konsistensi penerbitan, proses peer review, serta tata kelola editorial.
Artinya, artikel yang diterbitkan di jurnal SINTA 6 tetap memiliki nilai akademik dan dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, seperti memenuhi persyaratan kelulusan, menunjang kenaikan jabatan fungsional dosen, hingga mendukung luaran penelitian.
Publikasi pada jurnal SINTA 6 juga menjadi langkah awal yang baik bagi penulis yang baru pertama kali menulis artikel ilmiah. Setelah memahami proses publikasi di SINTA 6, penulis akan lebih siap untuk menargetkan jurnal dengan akreditasi yang lebih tinggi, seperti SINTA 5, SINTA 4, bahkan jurnal internasional bereputasi.
Mengapa Banyak Penulis Memilih Publikasi Jurnal SINTA 6?
Popularitas jurnal SINTA 6 tidak terlepas dari berbagai keuntungan yang ditawarkan. Tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga dosen, guru, peneliti, tenaga kesehatan, hingga praktisi yang ingin mendokumentasikan hasil penelitian secara ilmiah.
Berikut beberapa alasan mengapa jurnal SINTA 6 menjadi pilihan banyak penulis.
1. Memiliki Akreditasi Resmi
Keunggulan utama jurnal SINTA 6 adalah telah memperoleh akreditasi nasional. Hal ini memberikan jaminan bahwa jurnal tersebut dikelola sesuai standar yang telah ditetapkan pemerintah.
Dengan kata lain, artikel yang diterbitkan memiliki kredibilitas lebih baik dibandingkan jurnal yang belum terakreditasi.
2. Peluang Diterima Relatif Lebih Besar
Dibandingkan jurnal SINTA dengan peringkat lebih tinggi, jurnal SINTA 6 umumnya memiliki tingkat persaingan yang lebih rendah.
Bukan berarti kualitas artikel boleh diabaikan, tetapi peluang naskah lolos review biasanya lebih terbuka apabila penelitian dilakukan dengan metodologi yang benar dan penulisan mengikuti pedoman jurnal.
Hal ini menjadikan SINTA 6 sebagai tempat belajar yang ideal bagi penulis yang baru memasuki dunia publikasi ilmiah.
3. Cocok untuk Mahasiswa
Saat ini banyak perguruan tinggi yang mendorong mahasiswa untuk mempublikasikan hasil penelitiannya sebelum lulus.
Jurnal SINTA 6 menjadi pilihan yang realistis karena prosesnya lebih mudah dipahami oleh penulis pemula tanpa mengurangi kualitas ilmiah artikel.
4. Mendukung Kinerja Dosen dan Peneliti
Bagi dosen, publikasi jurnal menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Publikasi pada jurnal SINTA 6 dapat menjadi salah satu luaran penelitian, sekaligus menambah rekam jejak publikasi akademik yang dapat dikembangkan menuju jurnal dengan akreditasi lebih tinggi.
5. Menjadi Langkah Awal Menuju Publikasi Bereputasi
Banyak penulis yang kini berhasil menembus jurnal SINTA 2 maupun Scopus memulai pengalaman publikasinya dari jurnal SINTA 6.
Melalui proses ini, penulis belajar memahami sistem review, memperbaiki kualitas penulisan, hingga mengelola revisi berdasarkan masukan reviewer. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga untuk publikasi berikutnya.
Syarat Publikasi Jurnal SINTA 6
Meskipun setiap jurnal memiliki kebijakan yang berbeda, terdapat beberapa persyaratan umum yang hampir selalu diterapkan oleh jurnal SINTA 6.
Artikel Bersifat Orisinal
Naskah harus merupakan hasil penelitian asli dan belum pernah dipublikasikan pada jurnal lain. Publikasi ganda merupakan pelanggaran etika akademik yang dapat menyebabkan artikel ditolak.
Sesuai Scope Jurnal
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah penulis mengirim artikel ke jurnal yang tidak sesuai bidang keilmuan.
Misalnya, artikel tentang manajemen dikirim ke jurnal kesehatan. Meskipun kualitas penelitian baik, peluang diterima akan sangat kecil karena tidak sesuai dengan fokus jurnal.
Mengikuti Template Penulisan
Setiap jurnal memiliki format penulisan yang berbeda, mulai dari ukuran huruf, sistem sitasi, struktur artikel, hingga tata letak tabel dan gambar.
Mengabaikan template merupakan salah satu alasan paling umum mengapa artikel dikembalikan oleh editor bahkan sebelum memasuki tahap review.
Tingkat Similarity Rendah
Sebagian besar jurnal SINTA menggunakan perangkat pemeriksa kemiripan seperti Turnitin.
Oleh karena itu, artikel harus ditulis menggunakan kalimat sendiri dan didukung dengan sitasi yang benar. Mengurangi similarity bukan sekadar mengganti kata, tetapi memastikan bahwa ide disampaikan secara orisinal dengan tetap menghargai sumber rujukan.
Menggunakan Referensi yang Relevan
Referensi menjadi fondasi utama sebuah artikel ilmiah. Sebaiknya gunakan sumber yang mutakhir, berasal dari jurnal ilmiah bereputasi, dan relevan dengan topik penelitian.
Penggunaan referensi yang terlalu lama atau tidak sesuai dapat memengaruhi penilaian reviewer terhadap kualitas artikel.
Cara Publikasi Jurnal SINTA 6
Setelah memahami pengertian dan syarat publikasi, langkah berikutnya adalah mengetahui proses penerbitan artikel di jurnal SINTA 6. Meskipun setiap jurnal memiliki kebijakan editorial yang berbeda, alur publikasi pada umumnya hampir sama. Dengan memahami setiap tahap, kamu dapat mengurangi risiko kesalahan yang menyebabkan artikel ditolak atau proses publikasi menjadi lebih lama.
1. Menentukan Topik Penelitian yang Relevan
Tahap pertama adalah menentukan topik penelitian yang memiliki nilai kebaruan (novelty) dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan. Banyak penulis pemula mengira bahwa penelitian harus menghasilkan temuan yang sangat besar. Padahal, novelty juga dapat berupa pengembangan metode, objek penelitian yang berbeda, atau sudut pandang baru terhadap permasalahan yang sudah ada.
Sebelum mulai menulis, lakukan penelusuran literatur pada jurnal-jurnal terbaru. Cara ini membantu mengetahui apakah topik yang dipilih masih relevan, memiliki celah penelitian (research gap), dan layak dipublikasikan.
2. Menyusun Artikel Sesuai Kaidah Ilmiah
Setelah penelitian selesai, hasilnya perlu disusun menjadi artikel ilmiah. Umumnya jurnal SINTA 6 menggunakan struktur IMRAD (Introduction, Methods, Results, and Discussion).
Beberapa bagian penting yang harus diperhatikan antara lain:
- Judul yang jelas dan spesifik.
- Abstrak yang merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan penelitian.
- Pendahuluan yang menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, serta tujuan penelitian.
- Metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
- Hasil penelitian yang disajikan secara sistematis.
- Pembahasan yang menghubungkan hasil penelitian dengan teori atau penelitian terdahulu.
- Kesimpulan yang menjawab tujuan penelitian.
Hindari pembahasan yang terlalu singkat atau sekadar mengulang hasil penelitian. Reviewer biasanya lebih memperhatikan kualitas analisis dibandingkan banyaknya data yang disajikan.
3. Memilih Jurnal SINTA 6 yang Sesuai
Kesalahan paling sering dilakukan penulis adalah memilih jurnal hanya berdasarkan peringkat SINTA, tanpa memperhatikan ruang lingkup (scope) jurnal.
Misalnya, artikel mengenai pemasaran digital dikirim ke jurnal yang fokus pada pendidikan. Meskipun kualitas artikel baik, editor hampir pasti akan menolaknya karena tidak sesuai dengan fokus jurnal.
Sebelum melakukan submit, pastikan kamu memeriksa beberapa hal berikut:
- Bidang ilmu yang diterbitkan.
- Fokus dan ruang lingkup jurnal.
- Status akreditasi SINTA yang masih aktif.
- Frekuensi penerbitan jurnal.
- Ketentuan biaya publikasi.
- Estimasi waktu review.
Semakin sesuai artikel dengan fokus jurnal, semakin besar peluang untuk diterima.
4. Menyesuaikan Template Penulisan
Setiap jurnal memiliki author guidelines dan template yang berbeda. Penulis perlu menyesuaikan format artikel sebelum melakukan submit.
Hal-hal yang biasanya diatur dalam template meliputi:
- Format judul.
- Penulisan identitas penulis.
- Jenis dan ukuran huruf.
- Margin halaman.
- Format tabel dan gambar.
- Gaya sitasi.
- Daftar pustaka.
Banyak artikel dikembalikan oleh editor hanya karena tidak mengikuti template. Oleh sebab itu, luangkan waktu untuk memeriksa kembali seluruh format sebelum mengunggah naskah.
5. Memeriksa Similarity
Sebelum mengirim artikel, lakukan pemeriksaan kemiripan menggunakan perangkat seperti Turnitin atau aplikasi serupa.
Namun, jangan hanya berfokus pada angka similarity. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh kutipan telah disertai sitasi yang benar dan tidak terdapat praktik plagiarisme.
Jika ditemukan similarity yang tinggi, lakukan parafrase secara alami tanpa mengubah makna ilmiah dari kalimat tersebut.
6. Menyiapkan Dokumen Pendukung
Selain artikel utama, beberapa jurnal meminta dokumen tambahan, seperti:
- Surat pernyataan orisinalitas.
- Pernyataan etika publikasi.
- Data penulis.
- Copyright transfer agreement.
- Data pendukung penelitian.
Mempersiapkan seluruh dokumen sejak awal akan mempercepat proses editorial.
7. Submit Melalui Open Journal Systems (OJS)
Sebagian besar jurnal SINTA menggunakan Open Journal Systems (OJS) sebagai platform pengelolaan artikel.
Tahapan submit biasanya meliputi:
- Membuat akun penulis.
- Mengisi metadata artikel.
- Mengunggah naskah utama.
- Mengunggah file pendukung jika diperlukan.
- Memeriksa kembali seluruh data.
- Mengirim artikel.
Kesalahan pada metadata, seperti judul, nama penulis, atau abstrak, dapat menyulitkan proses indeksasi setelah artikel diterbitkan.
8. Proses Screening oleh Editor
Setelah artikel dikirim, editor akan melakukan pemeriksaan awal.
Pada tahap ini, editor akan menilai:
- Kesesuaian topik dengan ruang lingkup jurnal.
- Kelengkapan administrasi.
- Kepatuhan terhadap template.
- Tingkat kemiripan naskah.
- Kelayakan artikel untuk dilanjutkan ke tahap review.
Apabila terdapat kekurangan, editor biasanya akan meminta penulis melakukan perbaikan sebelum artikel dikirim kepada reviewer.
9. Peer Review
Jika lolos screening, artikel akan memasuki proses peer review.
Reviewer akan mengevaluasi berbagai aspek, seperti:
- Kebaruan penelitian.
- Kualitas metodologi.
- Ketepatan analisis.
- Relevansi referensi.
- Kontribusi terhadap ilmu pengetahuan.
Pada tahap ini, penulis perlu bersabar karena proses review dapat berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung kebijakan masing-masing jurnal.
10. Melakukan Revisi
Hampir semua artikel ilmiah memperoleh catatan revisi dari reviewer.
Revisi dapat berupa:
- Minor revision, yaitu perbaikan kecil seperti penambahan referensi atau perbaikan redaksi.
- Major revision, yaitu perbaikan yang lebih mendalam, misalnya penyempurnaan metode penelitian atau pembahasan.
Jangan menganggap revisi sebagai penolakan. Sebaliknya, revisi merupakan kesempatan untuk meningkatkan kualitas artikel sebelum diterbitkan.
11. Artikel Dinyatakan Accepted
Jika seluruh revisi telah memenuhi harapan reviewer dan editor, artikel akan memperoleh status accepted.
Pada tahap ini, beberapa jurnal juga menerbitkan Letter of Acceptance (LoA) sebagai bukti bahwa artikel telah diterima untuk dipublikasikan.
12. Copyediting, Proofreading, dan Publikasi
Sebelum terbit, artikel akan melewati proses penyuntingan akhir.
Editor akan memeriksa:
- Tata bahasa.
- Konsistensi format.
- Penulisan sitasi.
- Layout artikel.
Setelah seluruh tahapan selesai, artikel akan diterbitkan pada edisi jurnal yang telah ditentukan dan dapat diakses oleh pembaca.
Berapa Lama Proses Publikasi Jurnal SINTA 6?
Durasi publikasi sangat bergantung pada kebijakan masing-masing jurnal. Namun, secara umum prosesnya dapat digambarkan sebagai berikut:
| Tahapan | Estimasi Waktu |
|---|---|
| Pemeriksaan awal oleh editor | 3–14 hari |
| Proses peer review | 1–3 bulan |
| Revisi oleh penulis | 1–4 minggu |
| Evaluasi revisi | 2–4 minggu |
| Accepted dan penerbitan LoA | 1–2 minggu |
| Copyediting dan publikasi | 2–8 minggu |
Dengan demikian, proses publikasi hingga artikel terbit umumnya memerlukan waktu sekitar 2 hingga 6 bulan, bahkan bisa lebih lama apabila antrean naskah cukup banyak atau revisi yang diminta bersifat mayor.
Berapa Biaya Publikasi Jurnal SINTA 6?
Salah satu pertanyaan yang paling sering diajukan oleh calon penulis adalah, apakah publikasi jurnal SINTA 6 berbayar? Jawabannya, tidak selalu. Biaya publikasi sangat bergantung pada kebijakan masing-masing pengelola jurnal. Ada jurnal yang menerapkan sistem gratis (free of charge), sementara ada pula yang mengenakan Article Processing Charge (APC) untuk mendukung operasional penerbitan.
Secara umum, biaya publikasi jurnal SINTA 6 masih relatif lebih terjangkau dibandingkan jurnal SINTA dengan peringkat lebih tinggi maupun jurnal internasional bereputasi.
Berikut gambaran umum biaya yang sering dijumpai pada jurnal SINTA 6.
| Jenis Biaya | Estimasi |
|---|---|
| Submit artikel | Gratis |
| Biaya review | Gratis – Rp500.000 |
| Article Processing Charge (APC) | Rp300.000 – Rp2.000.000 |
| Editing bahasa | Rp250.000 – Rp1.500.000 |
| Proofreading | Rp200.000 – Rp1.000.000 |
| Terjemahan (opsional) | Rp500.000 – Rp3.000.000 |
Catatan: Nominal di atas merupakan estimasi umum. Setiap jurnal memiliki kebijakan biaya yang berbeda, sehingga penulis perlu memeriksa informasi resmi pada website jurnal sebelum melakukan submit.
Apakah Ada Jurnal SINTA 6 yang Gratis?
Ya. Beberapa jurnal SINTA 6 tidak memungut biaya publikasi sama sekali. Biasanya jurnal tersebut memperoleh dukungan dari universitas, lembaga penelitian, atau instansi pemerintah.
Namun, jurnal gratis bukan berarti prosesnya lebih mudah. Penulis tetap harus memenuhi seluruh persyaratan akademik, mengikuti template jurnal, serta melalui proses peer review sebagaimana jurnal berbayar.
Karena itu, jangan memilih jurnal hanya berdasarkan biaya. Faktor seperti reputasi pengelola, kualitas editorial, dan kesesuaian bidang ilmu jauh lebih penting untuk diperhatikan.
Daftar Jurnal SINTA 6 Berdasarkan Bidang Ilmu
Jurnal SINTA 6 tersedia dalam berbagai disiplin ilmu. Oleh karena itu, penting bagi penulis untuk memilih jurnal yang sesuai dengan topik penelitiannya.
Berikut beberapa contoh bidang ilmu yang memiliki jurnal terakreditasi SINTA 6.
| Bidang Ilmu | Contoh Fokus Artikel |
|---|---|
| Pendidikan | Kurikulum, media pembelajaran, evaluasi pendidikan |
| Ekonomi dan Manajemen | Pemasaran, keuangan, UMKM, bisnis digital |
| Hukum | Hukum pidana, perdata, tata negara |
| Kesehatan | Keperawatan, kesehatan masyarakat, farmasi |
| Teknik | Teknik sipil, informatika, industri, elektro |
| Pertanian | Agribisnis, budidaya, teknologi pangan |
| Sosial dan Humaniora | Sosiologi, komunikasi, administrasi publik |
| Agama | Pendidikan Islam, hukum Islam, ekonomi syariah |
Daripada hanya melihat nama jurnal, sebaiknya baca beberapa artikel yang telah diterbitkan. Cara ini akan membantu memastikan bahwa penelitianmu benar-benar sesuai dengan fokus jurnal tersebut.
Tips Agar Artikel Cepat Diterima di Jurnal SINTA 6
Meskipun tidak ada jaminan sebuah artikel akan langsung diterima, beberapa langkah berikut dapat meningkatkan peluang keberhasilan publikasi.
Pilih Jurnal yang Tepat
Pastikan topik penelitian sesuai dengan fokus jurnal agar tidak ditolak pada tahap screening.
Ikuti Template Secara Detail
Periksa kembali format artikel sebelum submit, termasuk sitasi, daftar pustaka, tabel, dan gambar.
Gunakan Referensi Terbaru
Usahakan sebagian besar referensi berasal dari jurnal ilmiah yang diterbitkan dalam lima hingga sepuluh tahun terakhir, terutama untuk mendukung landasan teori dan pembahasan.
Periksa Similarity Sebelum Submit
Lakukan pengecekan kemiripan sejak awal sehingga masih ada waktu untuk melakukan perbaikan jika diperlukan.
Tanggapi Revisi dengan Baik
Apabila reviewer memberikan masukan, jawab setiap komentar secara sistematis dan lakukan revisi sesuai permintaan. Respons yang baik menunjukkan profesionalisme penulis dan mempermudah proses evaluasi berikutnya.
Jangan Terburu-buru Mengirim Artikel
Luangkan waktu untuk membaca ulang seluruh isi artikel. Kesalahan kecil seperti typo, inkonsistensi istilah, atau kesalahan sitasi sering kali luput dari perhatian tetapi dapat memengaruhi penilaian editor.
Bagi penulis yang ingin terus meningkatkan kualitas publikasinya, langkah berikutnya adalah memahami proses publikasi jurnal Sinta 1 yang memiliki standar seleksi jauh lebih ketat dibandingkan Sinta 6.
Kesimpulan
Publikasi jurnal SINTA 6 merupakan langkah yang tepat bagi mahasiswa, dosen, guru, peneliti, maupun praktisi yang ingin menerbitkan hasil penelitiannya pada jurnal nasional terakreditasi. Meskipun berada pada peringkat awal dalam sistem akreditasi SINTA, jurnal SINTA 6 tetap menerapkan standar akademik yang harus dipenuhi oleh setiap penulis, mulai dari kualitas penelitian, kesesuaian ruang lingkup, hingga proses peer review.
Agar peluang artikel diterima semakin besar, penulis perlu memahami setiap tahapan publikasi secara menyeluruh. Proses tersebut meliputi pemilihan jurnal yang sesuai, penyusunan artikel berdasarkan template, pemeriksaan similarity, submit melalui OJS, hingga menindaklanjuti revisi dari reviewer. Persiapan yang matang akan membantu mengurangi kesalahan yang sering menjadi penyebab penolakan naskah.
FAQ
Bisa, tetapi skripsi umumnya perlu diubah terlebih dahulu menjadi format artikel ilmiah sesuai template jurnal. Penyesuaian biasanya dilakukan pada panjang naskah, struktur penulisan, serta gaya sitasi.
Pada banyak perguruan tinggi, publikasi di jurnal SINTA 6 dapat digunakan sebagai salah satu syarat kelulusan atau luaran penelitian. Namun, setiap kampus memiliki kebijakan akademik yang berbeda sehingga sebaiknya kamu memeriksa ketentuan yang berlaku di institusi masing-masing.
Ya. Artikel ilmiah dapat ditulis oleh beberapa penulis sesuai kontribusi masing-masing dalam penelitian. Urutan nama penulis biasanya ditentukan berdasarkan kesepakatan tim peneliti.









Leave a Reply