Review jurnal adalah salah satu tugas yang hampir pasti ditemui mahasiswa, baik sebagai tugas kuliah maupun bekal sebelum menyusun skripsi dan artikel ilmiah. Sayangnya, banyak yang masih keliru: review disamakan dengan merangkum, padahal inti review adalah evaluasi kritis — menilai kualitas penelitian, bukan sekadar menceritakan ulang isinya.
Dalam artikel ini Anda akan menemukan 4 contoh review jurnal lengkap dari bidang berbeda (pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan teknologi informasi), template siap salin, langkah-langkah melakukan review, hingga aplikasi yang membantu prosesnya.
Apa Itu Review Jurnal?
Review jurnal adalah proses membaca, memahami, dan mengevaluasi sebuah artikel ilmiah secara kritis, kemudian menuangkan penilaian tersebut dalam tulisan yang sistematis. Penilaiannya mencakup kejelasan tujuan penelitian, ketepatan metodologi, kekuatan analisis data, hingga kontribusi temuan terhadap bidang ilmunya.
Kemampuan ini penting bukan hanya untuk menyelesaikan tugas kuliah. Saat Anda kelak mengirim naskah ke jurnal, naskah tersebut akan dinilai reviewer dengan cara berpikir yang sama — sehingga terbiasa mereview karya orang lain akan membuat Anda lebih siap menghadapi proses publikasi jurnal.
Bedanya Review Jurnal dan Resume Jurnal
Dua istilah ini sering tertukar. Resume jurnal hanya merangkum isi artikel secara ringkas dan netral, tanpa penilaian. Review jurnal melangkah lebih jauh: selain merangkum, Anda wajib memberikan analisis kritis — apa kelebihan penelitian tersebut, apa kelemahannya, dan apa saran perbaikannya. Jika tugas Anda hanya merangkum, lihat panduan contoh resume jurnal; artikel ini fokus pada review yang bersifat evaluatif.
Format Review Jurnal (Template Siap Pakai)
Sebelum melihat contohnya, berikut kerangka standar yang digunakan di sebagian besar perguruan tinggi. Anda bisa langsung menyalin tabel ini ke dokumen Word sebagai template kerja:
| Komponen | Yang Harus Diisi |
|---|---|
| 1. Identitas Jurnal | Judul artikel, nama penulis, nama jurnal, volume/nomor, tahun terbit, halaman, dan DOI/tautan (jika ada) |
| 2. Latar Belakang & Tujuan | Masalah yang diangkat peneliti dan tujuan penelitiannya, ditulis dengan bahasa Anda sendiri |
| 3. Metode Penelitian | Jenis penelitian, teknik pengumpulan data, jumlah sampel/informan, dan teknik analisis |
| 4. Hasil & Pembahasan | Temuan utama penelitian secara ringkas — cukup poin-poin pentingnya |
| 5. Kelebihan | Minimal 2–3 poin: kekuatan metode, kebaruan topik, kejelasan penyajian data, dsb. |
| 6. Kekurangan | Minimal 2–3 poin: keterbatasan sampel, referensi usang, analisis dangkal, dsb. — sertai alasan |
| 7. Kesimpulan Reviewer | Penilaian akhir Anda: kontribusi penelitian dan saran untuk penelitian selanjutnya |
4 Contoh Review Jurnal Lengkap dari Berbagai Bidang
Catatan: identitas jurnal pada keempat contoh di bawah bersifat ilustratif dan disusun untuk keperluan pembelajaran format. Saat mengerjakan tugas, gantilah dengan identitas artikel yang benar-benar Anda review.
Contoh 1: Review Jurnal Bidang Pendidikan
Identitas Jurnal
- Judul: Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA
- Penulis: A. Pratama & S. Rahmawati
- Jurnal: Jurnal Ilmiah Pendidikan (ilustratif), Vol. 9 No. 1, 2025, hlm. 45–58
Latar Belakang & Tujuan. Penelitian ini berangkat dari rendahnya keterampilan berpikir kreatif siswa yang terindikasi dari hasil asesmen awal. Peneliti bertujuan menguji apakah penerapan model Project Based Learning (PjBL) memberikan pengaruh signifikan terhadap keterampilan tersebut dibandingkan pembelajaran konvensional.
Metode. Kuantitatif kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel 64 siswa (32 kelas eksperimen, 32 kelas kontrol) dipilih dengan purposive sampling. Instrumen berupa tes keterampilan berpikir kreatif yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya; data dianalisis dengan uji-t independen.
Hasil. Rata-rata skor kelas eksperimen (82,4) lebih tinggi signifikan daripada kelas kontrol (71,6) dengan nilai signifikansi di bawah 0,05. Peneliti menyimpulkan PjBL efektif meningkatkan keterampilan berpikir kreatif, terutama pada indikator kelancaran dan keluwesan ide.
Kelebihan. (1) Desain eksperimen dengan kelas kontrol membuat klaim pengaruh lebih kuat daripada penelitian satu kelompok; (2) instrumen diuji validitas-reliabilitasnya dan dilaporkan transparan; (3) pembahasan mengaitkan temuan dengan teori pembelajaran konstruktivistik secara memadai.
Kekurangan. (1) Pemilihan sampel purposive pada satu sekolah membatasi generalisasi temuan; (2) durasi intervensi hanya empat pertemuan sehingga efek jangka panjang belum teruji; (3) variabel pengganggu seperti kemampuan awal siswa tidak dikontrol secara statistik (tidak ada analisis kovarian).
Kesimpulan Reviewer. Artikel ini layak dijadikan rujukan penerapan PjBL di jenjang SMA, dengan catatan pembaca berhati-hati menggeneralisasi hasil. Penelitian lanjutan disarankan menggunakan sampel multi-sekolah dan durasi intervensi lebih panjang.
Contoh 2: Review Jurnal Bidang Kesehatan
Identitas Jurnal
- Judul: Hubungan Durasi Penggunaan Gawai dengan Kualitas Tidur Mahasiswa
- Penulis: D. Kusuma, R. Anggraini, & M. Fauzi
- Jurnal: Jurnal Kesehatan Masyarakat Nusantara (ilustratif), Vol. 12 No. 2, 2025, hlm. 101–110
Latar Belakang & Tujuan. Tingginya keluhan gangguan tidur pada mahasiswa mendorong peneliti menguji hubungan antara durasi penggunaan gawai — khususnya menjelang tidur — dengan kualitas tidur.
Metode. Kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Responden 210 mahasiswa dipilih melalui proportional random sampling. Kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI); analisis menggunakan uji korelasi Spearman.
Hasil. Terdapat hubungan signifikan berkekuatan sedang antara durasi penggunaan gawai di atas tiga jam menjelang tidur dengan buruknya kualitas tidur. Sebanyak 68% responden dengan durasi tinggi tergolong memiliki kualitas tidur buruk.
Kelebihan. (1) Menggunakan instrumen baku internasional (PSQI) sehingga hasil dapat dibandingkan lintas penelitian; (2) jumlah sampel besar dan teknik sampling acak memperkuat representativitas; (3) penyajian data dilengkapi tabel silang yang mudah dibaca.
Kekurangan. (1) Desain cross-sectional tidak mampu membuktikan hubungan sebab-akibat — bisa jadi justru orang yang sulit tidur yang lalu bermain gawai; (2) durasi penggunaan gawai diukur lewat pengakuan responden (self-report) yang rawan bias ingatan; (3) faktor perancu seperti konsumsi kafein dan tingkat stres tidak dianalisis.
Kesimpulan Reviewer. Temuan relevan sebagai dasar edukasi kesehatan tidur mahasiswa, tetapi klaimnya harus dibaca sebagai hubungan, bukan sebab-akibat. Penelitian lanjutan sebaiknya memakai desain longitudinal dan data penggunaan gawai dari aplikasi pemantau layar.
Contoh 3: Review Jurnal Bidang Ekonomi & Manajemen
Identitas Jurnal
- Judul: Pengaruh Digital Marketing terhadap Peningkatan Penjualan UMKM Kuliner
- Penulis: H. Wibowo & L. Salsabila
- Jurnal: Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan Indonesia (ilustratif), Vol. 7 No. 3, 2024, hlm. 212–225
Latar Belakang & Tujuan. Banyak UMKM kuliner telah beralih ke pemasaran digital, tetapi belum semua merasakan dampaknya pada penjualan. Penelitian ini menguji pengaruh tiga dimensi digital marketing — media sosial, iklan berbayar, dan marketplace — terhadap peningkatan penjualan.
Metode. Kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda. Sampel 85 pelaku UMKM kuliner dipilih dengan teknik purposive sampling; data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert.
Hasil. Ketiga dimensi berpengaruh positif signifikan terhadap penjualan, dengan pemanfaatan marketplace sebagai prediktor terkuat. Model penelitian menjelaskan 62% variasi peningkatan penjualan.
Kelebihan. (1) Pemecahan digital marketing menjadi tiga dimensi membuat rekomendasi praktisnya lebih tajam; (2) uji asumsi klasik dilaporkan lengkap sebelum regresi; (3) implikasi manajerial dirumuskan konkret untuk pelaku UMKM.
Kekurangan. (1) Peningkatan penjualan diukur dari persepsi responden, bukan data omzet riil, sehingga akurasinya terbatas; (2) sampel terkonsentrasi di satu kota sehingga konteks daerah lain belum terwakili; (3) beberapa referensi utama berusia lebih dari sepuluh tahun untuk topik yang sangat dinamis.
Kesimpulan Reviewer. Artikel memberikan kontribusi praktis bagi pendampingan UMKM, namun penelitian berikutnya perlu menggunakan data penjualan aktual dan cakupan wilayah lebih luas agar temuannya lebih kokoh.
Contoh 4: Review Jurnal Bidang Teknologi Informasi
Identitas Jurnal
- Judul: Deteksi Berita Hoaks Berbahasa Indonesia Menggunakan Algoritma Naïve Bayes
- Penulis: F. Ramadhan, T. Utami, & B. Santoso
- Jurnal: Jurnal Rekayasa Sistem Informasi (ilustratif), Vol. 5 No. 1, 2025, hlm. 33–44
Latar Belakang & Tujuan. Penyebaran hoaks berbahasa Indonesia membutuhkan sistem deteksi otomatis. Penelitian ini membangun model klasifikasi teks berbasis Naïve Bayes dan mengukur akurasinya pada dataset berita lokal.
Metode. Eksperimen dengan tahapan: pengumpulan 5.000 artikel berlabel (hoaks/valid), praproses teks (case folding, stopword removal, stemming), pembobotan TF-IDF, pelatihan model Naïve Bayes, dan evaluasi dengan 10-fold cross validation.
Hasil. Model mencapai akurasi 89,2% dengan precision 87,5% dan recall 90,1%. Kesalahan klasifikasi terbanyak terjadi pada berita satir yang strukturnya menyerupai berita valid.
Kelebihan. (1) Tahapan praproses dijelaskan rinci sehingga penelitian dapat direplikasi; (2) evaluasi menggunakan cross validation dan tiga metrik sekaligus, bukan hanya akurasi; (3) analisis kesalahan (kasus berita satir) memberi arah perbaikan yang jelas.
Kekurangan. (1) Tidak ada perbandingan dengan algoritma lain (misalnya SVM atau model berbasis transformer) sehingga klaim keunggulan metode sulit dinilai; (2) sumber dataset tidak dijelaskan proporsi topiknya, padahal ketidakseimbangan topik dapat membiaskan model; (3) dataset tidak dipublikasikan sehingga replikasi penuh terhambat.
Kesimpulan Reviewer. Penelitian ini menjadi baseline yang baik untuk deteksi hoaks berbahasa Indonesia. Studi lanjutan disarankan membandingkan beberapa algoritma pada dataset yang sama dan membuka akses datasetnya.
Sedang menyusun review jurnal, artikel ilmiah, atau mempersiapkan naskah untuk publikasi? Tim Riviera Publishing siap mendampingi mulai dari penulisan hingga naskah Anda terbit di jurnal nasional terakreditasi SINTA maupun jurnal internasional. Konsultasi awal gratis via WhatsApp.
Cara Review Jurnal Langkah demi Langkah
Keempat contoh di atas disusun melalui proses yang sama. Berikut tujuh langkahnya:
1. Baca jurnal minimal dua kali. Bacaan pertama untuk menangkap gambaran umum: masalah apa yang diteliti dan apa temuannya. Bacaan kedua barulah membaca kritis sambil mencatat — beri tanda pada bagian yang meragukan atau menarik.
2. Catat identitas jurnal dengan lengkap. Judul, penulis, nama jurnal, volume, nomor, tahun, halaman, dan DOI. Bagian ini sering disepelekan padahal menjadi komponen wajib penilaian dosen.
3. Pahami masalah dan tujuan penelitian. Tanyakan: apakah masalahnya dirumuskan jelas? Apakah tujuannya benar-benar menjawab masalah tersebut? Tuliskan dengan bahasa Anda sendiri, jangan menyalin abstrak.
4. Bedah metodologinya. Ini jantung review. Periksa kesesuaian jenis penelitian dengan tujuan, kecukupan jumlah sampel, keabsahan instrumen, dan ketepatan teknik analisis. Sebagian besar kelemahan jurnal ditemukan di bagian ini — perhatikan bagaimana keempat contoh di atas selalu mengkritisi desain dan sampling.
5. Evaluasi hasil dan pembahasan. Apakah data yang disajikan mendukung kesimpulan? Apakah pembahasan mengaitkan temuan dengan teori dan penelitian terdahulu, atau hanya mengulang angka-angka hasil?
6. Rumuskan kelebihan dan kekurangan dengan alasan. Hindari komentar kosong seperti “jurnal ini bagus”. Setiap penilaian harus punya dasar: apa yang bagus/lemah dan mengapa. Inilah pembeda review berkualitas dari rangkuman biasa.
7. Tutup dengan kesimpulan reviewer. Berikan penilaian akhir tentang kontribusi penelitian dan saran konkret untuk penelitian selanjutnya. Gunakan bahasa formal dan objektif — kritik boleh tajam, tetapi tetap konstruktif.
Aplikasi Pendukung Review Jurnal
Beberapa aplikasi berikut dapat mempercepat proses memahami artikel — dengan catatan penting: gunakan sebagai alat bantu awal, bukan pengganti membaca. Analisis kritis tetap harus lahir dari pemahaman Anda sendiri.
- Scholarcy — merangkum artikel ilmiah menjadi kartu ringkasan per bagian (tujuan, metode, temuan), cocok untuk skimming awal sebelum membaca penuh.
- SciSpace — membantu memahami bagian artikel yang sulit lewat fitur tanya-jawab, termasuk menjelaskan istilah teknis dan rumus.
- Paper Digest — menghasilkan intisari singkat sebuah paper, berguna untuk memutuskan apakah artikel relevan direview.
- Research Rabbit — memetakan jaringan artikel yang saling berkaitan, membantu Anda menilai posisi jurnal yang direview di tengah penelitian sejenis.
- Connected Papers — memvisualisasikan hubungan antar-paper dalam bentuk grafik, berguna saat menilai kebaruan (novelty) penelitian.
- Mendeley / Zotero — mengelola referensi dan mencatat anotasi langsung pada PDF jurnal yang sedang Anda review.
Kesimpulan
Review jurnal yang baik selalu memuat tiga hal: ringkasan yang akurat, evaluasi kritis yang beralasan, dan kesimpulan yang konstruktif. Gunakan template tujuh komponen di atas sebagai kerangka kerja, lalu pelajari pola keempat contoh — perhatikan bahwa bagian kelebihan dan kekurangan selalu spesifik dan disertai alasan, bukan pujian atau kritik kosong.
Kemampuan mereview juga merupakan bekal terbaik sebelum Anda menulis artikel sendiri: Anda jadi tahu persis apa yang dicari reviewer. Jika sedang mencari topik penelitian, mulai dari kumpulan contoh judul karya ilmiah, dan saat naskah siap, pilih jurnal tujuan dari daftar jurnal SINTA 3 atau SINTA 4 yang sesuai bidang Anda.
Masih bingung menyusun review jurnal sesuai kaidah akademik, atau butuh pendampingan publikasi dari nol sampai terbit? Konsultasikan kebutuhan Anda dengan tim Riviera Publishing — gratis, langsung dijawab admin via WhatsApp.
FAQ
Apa saja isi review jurnal yang lengkap?
Tujuh komponen: identitas jurnal, latar belakang dan tujuan, metode, hasil dan pembahasan, kelebihan, kekurangan, serta kesimpulan reviewer. Bagian kelebihan-kekurangan adalah inti yang membedakan review dari rangkuman biasa.
Berapa halaman ideal sebuah review jurnal?
Umumnya 1–3 halaman untuk tugas kuliah, tergantung ketentuan dosen. Yang dinilai bukan panjangnya, melainkan ketajaman analisis — review satu halaman yang kritis lebih bernilai daripada lima halaman yang hanya menyalin isi jurnal.
Apa perbedaan review jurnal dan critical review?
Secara prinsip sama-sama evaluatif; critical review biasanya menuntut porsi analisis lebih dalam, termasuk membandingkan artikel dengan literatur lain dan menilai posisi teoretisnya. Review jurnal untuk tugas kuliah umumnya cukup mengevaluasi artikel itu sendiri.
Bolehkah menggunakan AI atau aplikasi perangkum untuk review jurnal?
Boleh sebagai alat bantu memahami isi, misalnya Scholarcy atau SciSpace untuk skimming awal. Namun bagian analisis kritis harus hasil pemikiran Anda sendiri — dosen mudah mengenali review yang hanya menyalin ringkasan otomatis, dan hal itu berisiko dianggap pelanggaran akademik.









